Perempuan dan Pendidikan Tinggi
Hallo, aku Clarisa. Di sela hari-hari yang berjalan seperti biasa, aku sering merenung tentang pilihan hidup yang kerap dipertanyakan. Tentang bagaimana perempuan mengambil keputusan, tentang arah yang ingin dituju, dan tentang batas-batas yang tanpa sadar dibentuk oleh lingkungan. Dari kegelisahan itulah tulisan ini lahir tentang perempuan dan pendidikan tinggi, yang hingga hari ini masih sering dianggap berlebihan, dipertanyakan manfaatnya, bahkan disalahpahami tujuannya. Sejak kecil, banyak dari kita dibesarkan dengan narasi yang sama. Perempuan itu kodratnya 3M: macak, manak, masak . Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi menjadi keliru ketika tiga hal tersebut dijadikan satu-satunya tujuan hidup, seolah perempuan tidak berhak punya ruang lain untuk tumbuh. Tanpa disadari, masyarakat kita masih kuat menganut budaya patriarki . Budaya yang menempatkan laki-laki sebagai pusat, pengambil keputusan, bahkan sering dianggap “raja”...